Daftar Isi Blog

Tampilkan postingan dengan label zona olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zona olahraga. Tampilkan semua postingan
16 Des 2010

0
8 Pemain Bola Dunia yang Tidak Disukai Karena Curang

Javier Mascherano (Barcelona)


“Aku tidak menikmati gayanya bermain. Ia seperti seekor anjing kecil, bermain kasar, menggigit, dan menekel. Ia ahli dalam sisi kotor sepakbola.” Tukas legenda Liverpool (Ian St John) ketika laga-laga terakhirnya sebagai pemain The Reds.

Cristiano Ronaldo (Real Madrid)


“Kami tahu jika kami tidak boleh bias (tertipu) menyikapi aksinya, karena itu kami selalu menyiapkan diri. Sejatinya, ia memulai pertandingan dengan cara yang bersih. Akan tetapi, ketika ia terjatuh setelah gagal mendapatkan tendangan bebas, ia pun menoleh kepada saya seraya tersenyum. Sebab, ia tahu triknya tidak berhasil mengelabui kami,” tegas Bo Larsen (Wasit FIFA).

Paul Scholes (Man.Utd)


“Maaf, namun bagi saya dia bukan lah pemain yang fair,” ucap opa Wenger, menanggapi pujian Fergie yang menyebut Scholes pantas menjadi man of the match saat MU menang 3-0 dari Newcastle.

Nani (Man.Utd)


“Dan dia mungkin menggunakan media untuk mengalihkan perhatian dari Nani, yang dalam satu atau dua kesempatan, bermain untuk mendapatkan pelanggaran dari sudut pandang kami.” Kata Hodgson ketika MU menang 3-2 atas Liverpool di Primier League.

Wayne Rooney (Man.Utd)


“Rooney menghina saya. Dia mengatakan f*** you,” tukas wasit Jeff Selogilwe. Salah satu orang yang menjadi korban mulut kotor Rooney seperti dikutip The Sun.

Fernando Torres (Liverpool)


“Saya telah menonton kembali tayangannya. Torres jelas melakukan kecurangan dan berusaha mengusir pemain saya.” Tukas Fergie ketika Liverpool kalah 3-2 atas MU di Primier League.

Mario Balotelli (Man.City)


“Saya mengerti mengapa kasus Balotelli menjadi perdebatan serius. Tapi, ini bukan tentang masalah rasisme. Bila publik Turin adalah sekelompok fans rasis, Inter juga punya Sulley Muntari. Tapi ia tidak menjadi tujuan penghinaan,” jelas Sacchi seperti dilansir Channel4 karena Sikapnya sepanjang pertandingan, dianggap provokatif untuk memancing keributan.
Didier Drogba (Chelsea)

“Dia sangat hebat karena dia berbadan besar (tapi masih dapat jatuh). Itu sangat mengesankan. Saya punya banyak klip (video) tentang dia selama bertahun-tahun. Kami telah bermain lawan Chelsea sebanyak 15 kali dan setiap saat saya menambah koleksi klip itu,” kata Rafa karena striker The Blues, Didier Drogba suka melakukan diving alias pura-pura jatuh.


Sumber : http://blogartikelmisteri.wordpress.com/2010/12/14/8-pemain-bola-yang-sering-berbuat-curang/

0
8 Pemain Bola Dunia yang Tidak Disukai Karena Curang

Javier Mascherano (Barcelona)


“Aku tidak menikmati gayanya bermain. Ia seperti seekor anjing kecil, bermain kasar, menggigit, dan menekel. Ia ahli dalam sisi kotor sepakbola.” Tukas legenda Liverpool (Ian St John) ketika laga-laga terakhirnya sebagai pemain The Reds.

Cristiano Ronaldo (Real Madrid)


“Kami tahu jika kami tidak boleh bias (tertipu) menyikapi aksinya, karena itu kami selalu menyiapkan diri. Sejatinya, ia memulai pertandingan dengan cara yang bersih. Akan tetapi, ketika ia terjatuh setelah gagal mendapatkan tendangan bebas, ia pun menoleh kepada saya seraya tersenyum. Sebab, ia tahu triknya tidak berhasil mengelabui kami,” tegas Bo Larsen (Wasit FIFA).

Paul Scholes (Man.Utd)


“Maaf, namun bagi saya dia bukan lah pemain yang fair,” ucap opa Wenger, menanggapi pujian Fergie yang menyebut Scholes pantas menjadi man of the match saat MU menang 3-0 dari Newcastle.

Nani (Man.Utd)


“Dan dia mungkin menggunakan media untuk mengalihkan perhatian dari Nani, yang dalam satu atau dua kesempatan, bermain untuk mendapatkan pelanggaran dari sudut pandang kami.” Kata Hodgson ketika MU menang 3-2 atas Liverpool di Primier League.

Wayne Rooney (Man.Utd)


“Rooney menghina saya. Dia mengatakan f*** you,” tukas wasit Jeff Selogilwe. Salah satu orang yang menjadi korban mulut kotor Rooney seperti dikutip The Sun.

Fernando Torres (Liverpool)


“Saya telah menonton kembali tayangannya. Torres jelas melakukan kecurangan dan berusaha mengusir pemain saya.” Tukas Fergie ketika Liverpool kalah 3-2 atas MU di Primier League.

Mario Balotelli (Man.City)


“Saya mengerti mengapa kasus Balotelli menjadi perdebatan serius. Tapi, ini bukan tentang masalah rasisme. Bila publik Turin adalah sekelompok fans rasis, Inter juga punya Sulley Muntari. Tapi ia tidak menjadi tujuan penghinaan,” jelas Sacchi seperti dilansir Channel4 karena Sikapnya sepanjang pertandingan, dianggap provokatif untuk memancing keributan.
Didier Drogba (Chelsea)

“Dia sangat hebat karena dia berbadan besar (tapi masih dapat jatuh). Itu sangat mengesankan. Saya punya banyak klip (video) tentang dia selama bertahun-tahun. Kami telah bermain lawan Chelsea sebanyak 15 kali dan setiap saat saya menambah koleksi klip itu,” kata Rafa karena striker The Blues, Didier Drogba suka melakukan diving alias pura-pura jatuh.


Sumber : http://blogartikelmisteri.wordpress.com/2010/12/14/8-pemain-bola-yang-sering-berbuat-curang/

0
Indonesia VS Filipina Prediksi Lengkap Pertandingan by Riedl dan Mc Menemy

Pelatih Indonesia, Alfred Riedl tak ingin anak asuhnya terbuai oleh senandung puja-puji yang dialamatkan kepada anak asuhnya. Ia seakan mengerti, sanjungan akan menjadi virus yang meninabobokan Timnas Garuda dari ancaman Filipina yang secara mengejutkan berhasil menyingkirkan tim kuat Singapura untuk mendampingi tim perkasa lainnya, Vietnam ke babak Semifinal Piala AFF 2010.

Mampukah Timnas Garuda Merah Putih kalahkan Filipina

Mampukah Timnas Garuda Merah Putih kalahkan Filipina

Kejutan. Itu kata kunci yang dimiliki Timnas Filipina. Tak hanya soal berapa banyak mereka menaturalisasi pemain, tetapi juga soal pola permainan yang ‘memperdaya’. Riedl tentu tak ingin terpedaya, meski Indonesia amat diunggulkan, namun Filipina punya senjata ampuh yang mematikan.

Dari beberapa laga yang dimainkan The Azkals, mereka seolah membiarkan tim lawan asik menyerang. Membuai musuh-musuh mereka dengan sejumlah peluang-peluang gol hingga seolah yakin, Filipina dapat dilibas secara mudah. Pun, Filipina bukan lagi tim kacangan, mereka tahu akan dibombardir. Pola ultra defensif pun diperagakan, tanpa lupa bahwa mereka punya peluang yang sama untuk mencetak gol.

Mampukah Timnas Garuda Merah Putih kalahkan Filipina

Mampukah Timnas Garuda Merah Putih kalahkan Filipina

Satu kesempatan saja dimiliki Filipina melalui serangan balik, akan menjadi nila pahit buat musuh mereka. Setelah itu? Mereka kembali bertahan sepenuh hati. Vietnam sudah merasakan itu, buka sekali tapi dua kali kemasukan gol di depan pendukung mereka. “Kami tak akan merubah pola itu. Kami akan tetap bermain dengan cara yangs ama,” ujar Pelatih Filipina Simon McMenemy. Apa yang dilakukan Riedl? Tetap menyerang juga dengan sepenuh hati tampaknya dipilih pelatih asal Austria tersebut. Hanya saja secara cerdik, ia tahu harus mengubah pola serangan secara variatif.

Mengandalkan umpan langsung ke depan bakal percuma, mengingat postur pemain Filipina kebanyak lebih kokoh bak tembok hidup. Maka Riedl melatih anak-anak asuhnya untuk memaksimalkan pola serangan sayap. Tapi, sebelum itu terlaksana, lapangan tengah wajib dikuasai secara utuh.

Mampukah Timnas Garuda Merah Putih kalahkan Filipina

Mampukah Timnas Garuda Merah Putih kalahkan Filipina

Bila pertahanan super grendel diterapkan? Hitunglah sepuluh orang pemain berada di garis pertahanan? Okto jadi kunci! Butuh seorang pemain, bak Messi di Barcelona, yang bisa mengacak-acak konsentrasi pertahanan lawan dengan skill individu yang menawan. Itu yang dimiliki Okto.

Opsi lainnya adalah memaksimalkan tendangan jarak jauh. Soal itu, second line Indonesia cukup mumpuni. Ada Firman Utina di sana, belum lagi sejumlah gelandang yang eksplosif. Kedua pola itu yang disiratkan Riedl untuk dipadu oleh umpan-umpan terobosan untuk memudahkan Christian ‘El Loco’ Gonzales beradu tenaga lawan bek tangguh Filipina.

Jika sudah begitu, Indonesia sepertinya memiliki peluang menang cukup tinggi. Persentase 60-40 untuk Indonesia sepertinya menjadi angka logis. Statistik itu belum menghitung faktor ratusan ribu suporter fanatik Merah Putih yang jelas akan menurunkan fighting spirit dari Timnas Filipina.

Preview Indonesia Versus Filipina
Ulasan Riedl
Kami seratus persen siap menghadapi Filipina. Semua pemain berada dalam kondisi bagus tanpa ada yang cedera. Kami akan bermain menyerang dan berusaha menciptakan gol untuk mendapatkan kemenangan. Dua pertandingan akan digelar disini (SUGBK) dan pertandingan kali ini adalah pertandingan tandang. Tapi saya menginginkan pemain seperti bermain di kandang lawan, artinya mereka harus ngotot dan bekerja keras..(Tribunnews.com/Husein Sanusi)
Alfred Riedl, Pelatih Timnas Indonesia.

Mampukah Timnas Garuda Merah Putih kalahkan Filipina

Mampukah Timnas Garuda Merah Putih kalahkan Filipina
Ulasan Mc Menemy
Kami harus menerima kenyataan bermain dua leg di kandang lawan. Tapi itu bukan masalah karena setelah kejadian ini Presiden (Filipina, Red) punya itikad baik dan berjanji akan berusaha masuk arena sepakbola internasional. Kami tentu mengharapkan kemenangan dan bisa melangkah lebih jauh lagi di kompetisi ini. Meski tidak mudah menang atas Indonesia tapi kami tahu cara bagaimana akan menghadapi mereka.(Tribunnews.com/Husein Sanusi)
Simon McMenemy, Pelatih Timnas Filipina.
Match Background
*Pertemuan ini adalah yang ke-18 bagi Indonesia dan Filipina dalam semua ajang kompetisi sejak 1958. Indonesia tidak pernah kalah dari Filipina selama pertemuan tersebut dan hanya meraih hasil seri sekali pada tahun 1977.

*Ini adalah pertama kali bagi Filipina lolos ke babak semifinal AFF Cup yang dulu bernama Piala Tiger sekaligus menjadi kejuatan bagi The Azkals karena sebelumnya mereka tidak diunggulkan di babak penyisihan grup B
Kondisi Tim
*Semua pemain Indonesia berada dalam kondisi baik dan siap turun full team. Firman Utina, Arief Suyono yang sebelumnya mengalami cedera telah sembuh. Alfred Riedl kemungkinan akan merotasi lini depan dengan memainkan Bambang Pamungkas menggantikan Irfan Bachdim

*Filipina juga tak menemui masalah berarti dengan kondisi fisik pemainnya. Namun ada lima pilar pentaing Filipina sudah mendapatkan kartu kuning. Artinya, jika kelima pemain itu harus bermain hati-hati jika tidak ingin absen di laga leg kedua nanti.
Pemain Kunci
*Cristian Gonzales masih akan menjadi andalan Indonesia yang diharapkan bisa kembali mencetak gol. Gonzales dipastikan akan mendapatkan pengawalan khusus dari pemain belakang Filipina karena keahliannya mencetak gol.

*Filipina bisa sedikit tenang dengan keberada kiper Neil Etheridge dalam skuadnya. Kiper nomor tiga Fulham sejauh ini masih sangat tangguh, terbukti ia baru kebobolan sekali dalam tiga laga di babak penyisihan. Penyerang Indonesia dipastikan akan bekerja keras membobol gawang Filipina.

sumber ruanghati.com

0
10 Pertandingan Terpanas Sepanjang Sejarah Piala Dunia

10) Argentina* 2-2 Inggris – Babak 16 Besar 1998
Tak banyak pertandingan yang bisa dikenang dalam tiga atau empat edisi Piala Dunia terakhir, tapi pertandingan ini menjadi salah satunya. Pembicaraan sebelum pertandingan banyak membahas soal balas dendam Inggris setelah tersingkir dari perempat-final 1986 akibat gol Tangan Tuhan Diego Maradona.

Dalam 16 menit, sudah terjadi tiga gol. Penalti Gabriel Batistuta membawa Argentina memimpin, tapi Alan Shearer berhasil menyamakan kedudukan. Pemain muda berusia 18 tahun bernama Michael Owen mencetak gol individual yang indah sebelum disamakan Argentina melalui Javier Zanetti.
David Beckham dikartumerah wasit pada babak kedua karena menendang Diego Simeone, gol Sol Campbell dianulir karena Shearer dianggap sudah melakukan pelanggaran terhadap Carlos Roa, dan pertandingan berujung pada adu penalti.
Seperti yang terjadi di Italia delapan tahun sebelumnya, Inggris kembali tidak beruntung. Paul Ince dan David Batty gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor setelah tendangan mereka dimentahkan Roa.

9) Jerman 0-2 Italia – Semi-Final 2006

Tak ada akhir pertandingan yang lebih dramatis dibandingkan pertandingan Jerman-Italia di Dortmund, 2006.
Dua raksasa Italia ini bertarung sengit selama 119 menit. Meski tak tercipta gol pada waktu normal, peluang bertebaran. Gianluigi Buffon mementahkan dua tendangan Bernd Schneider dan Lukas Podolski, sedangkan dua peluang Italia melalui Alberto Gilardino dan Gianluca Zambrotta menghantam tiang gawang.


Saat pertandingan seperti akan ditentukan melalui adu penalti, Fabio Grosso muncul dan melepaskan tendangan melengkung. Sontak, fans Italia bergembira. Selang beberapa detik kemudian, Alessandro del Piero menggandakan keunggulan Italia. Azzurri lolos ke final dan akhirnya mengalahkan Prancis melalui adu penalti untuk merebut gelar juara.

8) Hongaria 2-3 Jerman Barat – Final 1954
Magical Magyars asuhan Gusztav Sebes tampaknya tidak terkalahkan saat menghadapi Jerman Barat di final 1954 di Bern. Hongaria mengantungi rekor 31 partai tak terkalahkan, termasuk kemenangan 6-3 atas Inggris di Wembley. Hongaria merevolusi taktik sepakbola dengan sistem serangan yang dibangun empat pemain handal — Sándor Kocsis, József Bozsik, Nándor Hidegkuti, dan tentu saja Ferenc Puskas.


Hongaria mampu membukukan 17 gol hanya dalam dua pertandingan grup, termasuk kemenangan 8-3 atas lawan mereka di final. Jumlah tersebut ditambah kemenangan atas dua tim finalis 1950, Brasil dan Uruguay. Di final, mereka unggul dua gol dalam delapan menit dan kelihatannya kemenangan sudah di depan mata. Tapi, hujan turun dan cuaca berpihak kepada Jerman Barat.
Fritz Walter memimpin Jerman Barat meraih kejayaan. Gol Uwe Rahn pada menit ke-83 membalikkan keadaan 3-2 untuk Jerman Barat. Pasukan Sepp Herberger meraih gelar juara dan sampai saat ini pertandingan dikenang sebagai “Mukjizat di Bern”.

7) Brasil 4-2 Peru – Perempat-Final 1970
Estadio Jalisco di Guadalajara menjadi saksi pertemuan dua klub yang tampil mempesona selama Piala Dunia 1970. Pelatih Brasil, Mario Zagallo, berhadapan dengan bekas rekan setimnya, Didi, yang melatih Peru.
Brasil, yang akhirnya keluar sebagai juara, memainkan sepakbola menyerang sejak menit pembuka. Tendangan Pele menghantam tiang, sebelum Rivelino mencetak gol melalui tendangan kaki kiri. Tostao menaklukkan Luis Rubinos untuk menambah keunggulan Brasil. Satu lagi gol tercipta melalui Rivelino, tapi dianulir. Semuanya terjadi pada 20 menit pertama.
Peru tak menyerah. Mereka memiliki salah satu bek terbaik di Amerika Selatan saat itu, Hector Chumpitaz, dan gelandang trengginas Teofilo Cubillas. Alberto Gallardo berhasil mempertipis ketertinggalan Peru. Namun, Brasil mengembalikan keunggulan melalui Tostao, sebelum kembali dikejar Cubillas. Saat Peru mencoba mencari gol penyama kedudukan, Jairzinho menyelesaikan pertandingan dengan menciptakan gol keempat.

6) Portugal 5-3 Korea Utara – Perempat-Final 1966
Kekuatan Portugal saat itu mencerminkan kejayaan Benfica yang sedang merajai Eropa. Portugal mampu mengalahkan juara bertahan Brasil sebelum mencapai semi-final dan dikalahkan tuan rumah Inggris. Dua pemain bintang Portugal adalah Mario Coluna dan Eusebio, yang menjadi topskor turnamen dengan sembilan gol dan dianggap sebagai salah satu striker terbaik dunia.
Portugal memenangi seluruh tiga pertandingan grup dan mencetak total sembilan gol, termasuk menyisihkan Brasil. Pada babak delapan besar, Portugal tertinggal tiga gol dan berhasil membalas 5-3 — empat gol di antaranya dicetak Eusebio.
Korea Utara tampil sebagai tim kejutan turnamen. Mereka berhasil mencapai perempat-final berkat kemenangan bersejarah 1-0 atas Italia. Korea Utara kembali membuat kejutan dengan unggul tiga gol dalam 25 menit atas Portugal. Tapi mereka kurang pengalaman dan terus berupaya melancarkan serangan. Pada akhirnya, kepiawaian Eusebio memandu Portugal memenangkan pertandingan. Gol kelima Portugal dicetak Jose Augusto.
Kedua tim kembali bertemu di Piala Dunia kali ini.

5) Jerman Barat 3-3 Prancis – Semi-Final 1982
Tiga hari setelah partai Brasil-Italia yang penuh ketegangan, Spanyol ’82 juga menghadirkan partai klasik di babak semi-final. Kedua negara bertambah kuat seiring dengan berjalannya turnamen. Banyak pemain berkelas dunia yang tampil, seperti Michel Platini, Alain Giresse, Jean Tigana, Paul Breitner, Uli Stielike, dan Pierre Littbarski.
Littbarski membuka kedudukan, tapi disamakan penalti Platini. Pertandingan menghangat. Terjadilah salah satu kejadian paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia ketika kiper Jerman Barat Harald Schumacher merontokkan bek Prancis Patrick Battiston dalam suatu perebutan bola. Battiston terkapar tak sadarkan diri dengan dua giginya tanggal, sedangkan Schumacher lolos dari kartu merah — bahkan wasit tidak menilainya sebagai sebuah pelanggaran. Schumacher menjadi tokoh jahat di sisa Piala Dunia.


Pertandingan dilanjutkan hingga perpanjangan waktu. Prancis mampu mencetak dua gol melalui Marius Tresor dan Giresse. Sepertinya Les Bleus akan melaju ke final, tapi Jerman Barat menunjukkan ketangguhan mental dan berhasil membalikkan keadaan. Karl Heinz Rummenigge dan Klaus Fischer berhasil memaksa pertandingan diselesaikan melalui adu penalti.
Stielike gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor — dan sampai saat ini menjadi satu-satunya pemain Jerman (Barat) yang gagal di adu penalti. Namun, Schumacher mampu mematahkan eksekusi Didier Six dan Maxime Bossis untuk mengantarkan Jerman Barat ke babak puncak.

4) Jerman Barat 3-2 Inggris AET – Perempat-Final 1970

Piala Dunia 1970 dipenuhi partai-partai klasik dan tiga di antaranya masuk daftar ini. Salah satunya adalah laga perempat-final antara Jerman Barat dan Inggris di Leon, sekaligus ulangan final 1966.
Inggris masih diperkuat empat eksponen ’66 — Bobby Moore, Bobby Charlton, Martin Peters, dan Geoff Hurst — bermain baik pada sejam pertandingan. Mereka mampu unggul 2-0 melalui Alan Mullery dan Peters.


Tapi, seperti yang selalu terjadi dalam sejarah, jangan remehkan semangat Jerman. Franz Beckenbauer, Wolfgang Overath, dan Gerd Mueller adalah pemain andalan Helmut Schoen. Ketika Juergen Grabowski dimasukkan, arah pertandingan berbalik. Beckenbauer menghidupkan peluang Jerman Barat pada menit ke-68, sebelum Uwe Seeler menyamakan kedudukan melalui gol sundulan. Di babak perpanjangan waktu, Jerman Barat tak terhentikan. Mueller memastikan kemenangan Jerman Barat melalui gol jarak dekat pada menit ke-108.

3) Brasil 1-1 Prancis* – Perempat-Final 1986

Dalam taraf keterampilan bersepakbola, inilah Piala Dunia terbaik sepanjang masa. Prancis memiliki tim terhebat mereka yang beranggotakan Platini, Giresse, Tigana, dan Dominique Rocheteau yang sudah memasuki usia 30-an. Sementara itu, Socrates, Junior, dan Zico tampil untuk kali terakhir di Piala Dunia bersama Brasil.


Di bawah sengatan terik matahari, Brasil mampu unggul melalui Careca, tapi menyia-nyiakan serangkaian peluang menggandakan keunggulan. Prancis mampu menyamakan kedudukan melalui Platini. Kedua tim saling bertukar peluang untuk mencuri keunggulan. Publik stadion Guadalajara tak henti-hentinya menyorakkan nama Zico, yang duduk sebagai pemain cadangan. Tele Santana akhirnya goyah dan memasukkan Zico pada babak kedua. Brasil berhasil memperoleh hadiah penalti, tapi Zico gagal menaklukkan Joel Bats.
Pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Dua kapten tim, herannya, gagal menjalankan tugas. Socrates dan Platini. Prancis akhirnya sukses memetik kemenangan dan melaju ke babak empat besar.

2) Italia 4-3 Jerman Barat AET – Semi-Final 1970

Pertandingan ini terjadi pada 17 Juni 1970 dan dinobatkan sebagai “Pertandingan Abad Ini”. Saking bersejarahnya pertandingan ini, sebuah monumen dibangun di luar stadion Azteca, Mexico City, yang bertuliskan, “Stadion Azteca menyampaikan rasa hormat untuk tim Italia (4) dan Jerman (3), yang tampil di Piala Dunia 1970, ‘Pertandingan Abad Ini’.”
Sembilan puluh menit pertama pertandingan berlangsung dramatis, tapi tidak bisa dianggap sebagai “Pertandingan Abad Ini”. Italia unggul pada menit kedelapan melalui tendangan keras Roberto Boninsegna dan tampil bertahan. Jerman Barat terus menggedor. Bahkan Franz Beckenbauer tampil dengan tangan dibebat. Bek Karl-Heinz Schnellinger akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit terakhir pertandingan.
Pertandingan di babak perpanjangan waktu sungguh tak terduga. Lima gol tercipta dalam 30 menit. Mueller membawa Jerman Barat unggul, tapi Tarcisio Burgnich dan Gigi Riva membalikkan kedudukan. Pada menit ke-110, Mueller kembali menyamakan kedudukan. Dari kick-off yang tercipta, Italia kembali unggul melalui Gianni Rivera. Gol tersebut akhirnya menjadi penentu pertandingan yang berlangsung sangat mendebarkan itu.

1) Brasil 2-3 Italia – Babak Kedua Grup C 1982
Brasil edisi 1982 dianggap sebagai tim terbaik yang gagal menjuarai Piala Dunia. Pasukan Tele Santana dilengkapi sederetan pemain hebat semacam Leandro, Junior, Socrates, Falcao, Eder, dan pemain terbaik dunia Zico. Sebelum laga melawan Italia, Brasil mengantungi 13 gol dalam empat pertandingan melalui sepakbola Samba mereka. Selecao menjelma jadi calon kuat juara dunia dan hanya butuh seri untuk lolos ke semi-final.
Italia sebaliknya, tampil buruk pada awal turnamen dengan hanya bermain imbang pada babak pertama grup. Setelah didera kritik media, mereka menerapkan puasa bicara. Tanda-tanda peningkatan muncul ketika mengalahkan Argentina 2-1, tapi tak ada yang berani menjagokan mereka mampu menaklukkan Brasil dan keluar sebagai juara.


Paolo Rossi, kembali dari hiatus dua tahun, muncul sebagai pahlawan kemenangan dengan mempersembahkan hat-trick untuk Italia.
Azzurri mampu unggul dua kali, tapi berhasil disamakan Brasil melalui Socrates dan Falcao. Saat pertandingan tersisa 16 menit, Rossi membukukan gol kemenangan memanfaatkan situasi tendangan penjuru.
Pertandingan ini menggambarkan segalanya — peluang yang terbuang, aksi hingga akhir laga, penampilan individual dari Bruno Conti dan Falcao, kaus Zico yang robek karena ditarik Claudio Gentile, dianulirnya gol Italia yang seharusnya membuat mereka unggul 4-2, dan penyelamatan gemilang Dino Zoff dari peluang sundulan Oscar.

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/10-laga-terbaik-sepanjang-sejarah-sepak.html
15 Des 2010

0
Video: The Best Acrobatic Goals Ever




0
Kiper Paling Nyeleneh, Hobinya Menggeser Gawang. Cek Gan!

Dia adalah Kim Christensen sang Penjaga Gawang Swedia yang terbilang Nyeleneh[/CENTER]



Kok Bisa???


Hobi pemain bola pasti bermacam-macam. Namun, kalau hobi menggeser gawang, itu cuma dilakukan oleh kiper Kim Christensen. Aneh memang.


Kebiasaan unik bin ganjil itu terungkap setelah pemain tim Divisi I Swedia, IFK Goteborg, tersebut tertangkap basah menggeser sarangnya pada laga lawan Orebro. Sesaat sebelum pertandingan dimulai, kamera menangkap gerak Christensen sedang menendang tiang kanan dan kiri gawang beberapa sentimeter ke dalam. Alhasil, ukuran gawang pun menciut di bagian bawah.

Wasit Stefan Johannesson yang memimpin pertandingan itu akhirnya curiga. Setelah 20 menit laga berjalan, ia menghentikan laga dan menghampiri gawang Christensen untuk mengeceknya. Johannesson kemudian mengembalikan tiang gawang ke tempat semestinya. Namun, karena tak tahu siapa yang memindahkan tiang itu, Johannesson tak memberikan hukuman kepada sang kiper.

Dasar kurang ajar, Christensen malah mengepalkan tangannya, pertanda puas telah "mengakali" wasit dan lawan. Belakangan kiper asal Denmark itu mengakui bahwa ia pernah melakukan hal itu beberapa kali sebelumnya.

Tindakan nyeleneh Christensen membuat otoritas sepak bola setempat terheran-heran. Christensen mungkin saja mendapat hukuman. "Saya tidak pernah mendengar apapun seperti ini sebelumnya. Ini unik," kata Ketua Komite Federasi Sepak Bola Swedia, Kheneth Tallinger, kepada harian Aftonbladet.

Duel antara Goteborg dan Orebro itu akhirnya disudahi dengan skor imbang 0-0. Christensen melakukan dua penyelamatan gemilang bagi timnya dan tak satu pun bola membentur tiang gawangnya.


[B]Berikut Beberapa aksi yang dilakukannya[/B]

Spoiler:pic








Sumber : http://www.slowbos.com/showthread.php?t=83562
12 Des 2010

0
GINI NIH aksi para WANITA SEXY masukin bola kedalam rings....mangstab gan





Sumber : http://sudimampir.blogspot.com/2010/12/gini-nih-aksi-para-wanita-sexy-masukin.html

 
Javaraden | © 2010 Blogger Template by DheTemplate.com | WordPress Theme 2 Blog